Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai
reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan. Kulit
merupakan organ tubuh paling luar. Luas kulit orang dewasa 1,5 m2 dengan berat 15% berat badan. Kulit yang
elastic dan longgar terdapat pada palpebra, bibir dan preputium, kulit yang tebal dan tegang terdapat di
telapak kaki dan telapak tangan dewasa. Kulit yang tipis terdapat pada muka,
kulit yang lembut terdapat pada leher dan badan, dan kulit yang berambut kasar
terdapat pada kepala.
1.
Susunan Kulit
Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis
dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis lapisan luar yang terus berganti,
tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf,. Epidermis tersusun atas empat
lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum
germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu
di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang
berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain
itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin).
Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau
kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum
lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk
disebut stratum korneum.
Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan
penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna
kuning. Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang. Lapisan
dermis terletak di bawah epidermis terdiri atas sel-sel yang longgar dengan
letak yang berjauhan, serta banyak mengandung pembuluh darah. Pada bagian kulit
terdapat reseptor khusus untuk dapat membedakan sentuhan, tekanan, temperatur
(panas dan dingin),serta rasa sakit atau nyeri. Sebagian besar reseptor
terletak pada lapisan dermis dan ada juga yang terletak pada lapisan epidermis.
Pada ujung saraf tersebut ada yang terbungkus kapsul jaringan ikat ( disebut
korpuskel) dan ada yang tidak terbungkus ( disebut ujung-ujung saraf bebas).
Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah
dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan
dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga
berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot
penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan
rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang
berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan
mekanik.
2.
Fungsi Kulit
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam,
misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam
reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta
pengatur suhu tubuh.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit
dilengkapi dengan reseptor - reseptor khusus. Reseptor untuk rasa
sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan,
ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang
sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.
Klasifikasi reseptor antara lain:
Berdasarkan sumber rangsangan
1.
Ekteroreseptor, terletak pada permukaan tubuh dan berespons terhadap
rangsangan eksterna atau luar.
2.
Proprioreseptor, berespons terhadap perubahan posisi dan pergerakan
terutama berhubungan dengan sistem muskuloskeletal.
3.
Interoreseptor, terletak pada visera/ alat dalam dan pembuluh darah.
Berdasarkan morfologi
1.
Badan terakhir yang bebas/ terbuka (tanpa kapsul) yang tak berhubungan
dengan tipe sel lainnya.
2.
Badan akhir yang berkapsul (korpuskular) yang mengandung unsur bukan
saraf di samping saraf badan akhir saraf.
Pada umumnya setiap jenis reseptor hanya
mampu menerima satu jenis rangsangan saja. Tipe rasa dan jenis reseptor itu
adalah :
- Nyeri, Reseptor rasa nyeri berupa ujung saraf bebas yang terdapat di seluruh jaringan baik di bagian luar maupun dalam bagian alat dalam terdapat pada Ujung saraf Ruffini.
- Reseptor panas dan dingin (Thermoreseptor) untuk rangsangan rasa dingin terletak pada ujung saraf Merkel dan untuk merasakan panas terdapat pada ujung saraf Krausse.
- Sentuhan, Reseptornya berupa korpus Meissner, dan ujung saraf yang melingkari akar rambut, yang semuanya terdapat di dekat permukaan kulit.
- Tekanan (Monoreseptor), Reseptor tekanan adalah korpus Paccini. Pada bibir, ujung jari, ujung lidah, dan alat kelamin mengandung banyak sekali serabut saraf sensorik. Sehingga ujung jari dapat digunakan untuk membedakan halus dan kasarnya suatu bahan atau dapat digunakan untuk membaca huruf braile bagi penderita tuna netra.
Kulit ari merupakan lapisan kulit terluar.
Kulit ari tersusun atas sel-sel mati yang selalu mengelupas. Jika sel-sel ini
mengelupas, sel segera diganti dengan sel-sel terluar dari lapisan Malpighi
yang telah mati. Kulit ari berfungsi mencegah masuknya bibit-bibit penyakit ke
dalam tubuh. Selain itu, untuk mencegah menguapnya air dari tubuh. Lapisan
Malpighi berada di sebelah dalam kulit ari. Lapisan ini tersusun atas sel-sel
yang aktif membelah diri. Di sebelah dalam lapisan luar terdapat kulit jangat.
Kelenjar keringat yang terdapat di lapisan
Malpighi berfungsi untuk mengeluarkan keringat. Keringat merupakan cairan sisa
metabolisme saat tubuh melakukan aktivitas. Keringat berguna untuk
mempertahankan suhu tubuh terhadap lingkungan. Lapisan dalam dari kulit berupa
lapisan berlemak. Lapisan ini mengandung jaringan lemak. Lapisan ini berguna
untuk menghangatkan tubuh.
Sebagai indra peraba, kulit dapat menanggapi
rangsang. Rangsang diteruskan ke otak melalui urat saraf. Oleh otak, rangsang
tersebut diolah sehingga kita merasakan adanya suatu rangsang. Selanjutnya,
otak memerintahkan tubuh untuk menanggapi rangsang tersebut.
Mekanisme rangsangan indra peraba
Saraf yang menuju kulit adalah saraf
kutaneus. Saraf ini
mencapai daerah bagian epidermis dari kulit. Saraf
sensoris yang berada pada kulit merupakan saraf telanjang, artinya saraf yang
tidak bermielin. Reseptor pada kulit bentuknya bermacam-macam sesuai dengan
fungsinya. Saraf sensoris banyak
terdapat pada kulit sehingga kulit tersebut juga sebagai reseptor (penerima
rangsang). Dalam kulit terdapat ujung-ujung saraf untuk menerima rsangsangan. Ujung-ujung saraf tersebut
memiliki fungsi masing-masing.
Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai
ujung akhir saraf bebas pada banyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor
sensorik utama dalam kulit. Serat akhir saraf bebas ini merupakan serat saraf
yang tidak bermielin, atau serat saraf bermielin
berdiameter kecil, yang semua telah kehilangan pembungkusnya sebelum berakhir,
dilanjutkan serat saraf terbuka yang berjalan di antara sel epidermis. Sebuah
serat saraf seringkali bercabang-cabang banyak dan mungkin berjalan ke
permukaan, sehingga hampir mencapai stratum korneum. Serat yang berbeda mungkin
menerima perasaan raba, nyeri dan suhu. Sehubungan dengan folikel rambut,
banyak cabang serat saraf yang berjalan longitudinal dan melingkari folikel
rambut dalam dermis.
Beberapa saraf berhubungan dengan jaringan
epitel khusus. Pada epidermis berhubungan dengan sel folikel rambut dan mukosa
oral, akhir saraf membentuk badan akhir seperti lempengan (diskus atau
korpuskel merkel). Badan ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak
juluran sitoplasma. Seperti mekanoreseptor badan ini mendeteksi pergerakan
antara keratinosit dan kemungkinan juga gerakan epidermis sehubungan dengan
jaringan ikat di bawahnya. Telah dibuktikan bahwa beberapa diskus merkel
merespon rangsangan getaran dan juga resepor terhadap dingin.
Korpuskulus peraba (Meissner) terletak pada
papila dermis, khususnya pada ujung jari, bibir, puting dan genetalia.
Bentuknya silindris, sumbu panjangnya tagak lurus permukaan kulit dan berukuran
sekitar 80 mikron dan lebarnya sekitar 40 mikron. Sebuah kapsul jaringan ikat
tipis menyatu dengan perinerium saraf yang menyuplai setiap korpuskel. Pada
bagian tengah korpuskel terdapat setumpuk sel gepeng yang tersusun transversal.
Beberapa sel saraf menyuplai setiap korpuskel dan serat saraf ini mempunyai
banyak cabang mulai dari yang mengandung mielin maupun yang tak mangandung
mielin. Korpuskulus ini peka terhadap sentuhan dan memungkinkan diskriminasi/
pembedaan dua titik (mampu membedakan rangsang dua titik yang letaknya
berdekatan).
Korpuskulus berlamel (vater pacini) ditemukan
di jaringan subkutan pada telapak tangan, telapak kaki, jari, puting,
periosteum, mesenterium, tendo, ligamen dan genetalia eksterna. Bentuknya
bundar atau lonjong, dan besar (panjang 2 mm, dan diameter 0,5 – 1 mm). Bentuk
yang paling besar dapat dilihat dengan mata telanjang, karena bentuknya mirip
bawang.
Setiap korpuskulus disuplai oleh sebuah serat
bermielin yang besar dan juga telah kehilangan sarung sel schwannya pada tepi
korpuskulus. Akson saraf banyak mengandung mitokondria. Akson ini dikelilingi
oleh 60 lamela yang tersusun rapat (terdiri dari sel gepeng). Sel gepeng ini
tersusun bilateral dengan dua alur longitudinal pada sisinya. Korpuskulus ini
berfungsi untuk menerima rangsangan tekanan yang dalam.
Korpuskulus ini ditemukan pada jaringan ikat
termasuk dermis dan kapsula sendi. Mempunyai sebuah kapsula jaringan ikat tipis
yang mengandung ujung akhir saraf yang menggelembung. Korpuskulus ini merupakan
mekanoreseptor, karena mirip dengan organ tendo golgi.
Korpuskulus ini terdiri dari berkas kecil
serat tendo (fasikuli intrafusal) yang terbungkus dalam kapsula berlamela.
Akhir saraf tak bermielin yang bebas, bercabang disekitar berkas tendonya.
Korpuskulus ini terangsang oleh regangan atau kontraksi otot yang bersangkutan
juga untuk menerima rangsangan panas.
Tendo patella di ketuk dengan palu reflek, Mekanismenya adalah tendon pattela di ketuk à
serabut tendon tertarik à otot dan serabut kumparan teregang à
mengaktifkan reflek regangan. Selain mengaktifkan otot – otot ekstensor, reflek
pantella juga menyebabkan relaksasi otot-otot yang berlawanan dengan ekstensor
: fleksor. Karena semua motor neuron dibawah terangsang, sehingga hanya
mekanisme relaksasi yang akan menghentikan neuron motorik. Ini dilakukan oleh interneuron inhibitori yang diaktifkan oleh
interneuron inhibitori yang diaktifkan oleh cabang serabut kumparan sensori.
Lokalisasi taktil
Kemampuan sensori taktil dikategorikan dalam
dua hal yaitu diskriminasi intensitas dan diskriminasi spasial. Diskriminasi
intensitas (misal sensitivitas) merujuk kepada kemampuan menilai kekuatan simulus; diskriminasi spasial
merupakan kemampuan membedakan lokasi atau titik asal rangsang. Basis saraf
dari sensitivitas membedakan taktil terletak pada jumlah cabang sensori dan
unit sensori pada setiap area di kulit.
Korpuskulus peraba (Meissner) terletak pada
papila dermis, khususnya pada ujung jari, bibir, puting dan genetalia.
Bentuknya silindris, sumbu panjangnya tagak lurus permukaan kulit dan berukuran
sekitar 80 mikron dan lebarnya sekitar 40 mikron. Sebuah kapsul jaringan ikat
tipis menyatu dengan perinerium saraf yang menyuplai setiap korpuskel. Pada
bagian tengah korpuskel terdapat setumpuk sel gepeng yang tersusun transversal.
Beberapa sel saraf menyuplai setiap korpuskel dan serat saraf ini mempunyai
banyak cabang mulai dari yang mengandung mielin maupun yang tak mangandung
mielin. Korpuskulus ini peka terhadap sentuhan dan memungkinkan diskriminasi/
pembedaan dua titik (mampu membedakan rangsang dua titik yang letaknya
berdekatan).
Sensasi
Sensasi adalah suatu perasaan yang timbul
akibat adanya stimulus suatu reseptor. Sensasi yang berlangsung secara terus –
menerus disebut sensasi beriringan (after image).
Ciri – ciri sensasi :
a.
Modalitas atau modal Modalitas dari sensasi adalah panca indera.
b.
Kualitas atau mutu.
c.
Adaptasitas
d.
Intensivitas atau kekuatan
e.
Durasitas atau lama
Kulit dapat mengalami gangguan atau penyakit faktor luar
maupun dalam. Berikut adalah beberapa gangguan atau penyakit pada kulit:
Luka Bakar
Luka bakar padak kulit dapat disebabkan oleh panas, listrik, dan zat-zat kimia. Jika kulit terkena panas, listrik dan zat kimia yang berlebihan. dapat menyebabkan kematian sel-sel dan rusaknya protein pada jaringan. Luka bakar dapat terjadi pada kulit, selaput lendir, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Luka bakar dapat menimbulkan gejala seperti sakit, bengkak, merah dan melepuh.
Jerawat
Jerawat adalah perdangan kelenjar sebasea. peradangan ini banyak terjadi di daerah wajah, leher, dada, dan ounggung. Jerawat biasanya terjadi pada saat pubertas karena pada saat tersebut produksi hormon reproduksi meningkat.
Dermatitis
Dermatitis adalah peradangan pada permukaan kulit, ditandai dengan gatal-gatal merah, bengkak, melepuh, dan berair. Bisanya disebabkan oleh zat kimia, obat-obatan dan getah tumbuh-tumbuhan.
Luka bakar padak kulit dapat disebabkan oleh panas, listrik, dan zat-zat kimia. Jika kulit terkena panas, listrik dan zat kimia yang berlebihan. dapat menyebabkan kematian sel-sel dan rusaknya protein pada jaringan. Luka bakar dapat terjadi pada kulit, selaput lendir, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Luka bakar dapat menimbulkan gejala seperti sakit, bengkak, merah dan melepuh.
Jerawat
Jerawat adalah perdangan kelenjar sebasea. peradangan ini banyak terjadi di daerah wajah, leher, dada, dan ounggung. Jerawat biasanya terjadi pada saat pubertas karena pada saat tersebut produksi hormon reproduksi meningkat.
Dermatitis
Dermatitis adalah peradangan pada permukaan kulit, ditandai dengan gatal-gatal merah, bengkak, melepuh, dan berair. Bisanya disebabkan oleh zat kimia, obat-obatan dan getah tumbuh-tumbuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar